BAB 3 : SUMBER DAYA ALAM
I. SUMBER DAYA ALAM
1. Pengertian. Sumber daya alam adalah semua yang ada di alam, baik berupa makhluk hidup maupun benda mati, yang terdapat di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
2. Cara pemanfaatan.
– Dapat langsung dimanfaatkan seperti sinar matahari, udara, dan air bersih
– Tidak dapat langsung dimanfaatkan tetapi perlu pengolahan terlebih dahulu seperti nasi, kapas dibuat benang dsb.
3. Berdasarkan Letak.
– SDA yang berada di atas permukaan bumi seperti udara, cahaya matahari, dan ruang angkasa.
– SDA yang berada di permukaan bumi seperti tanah, air dan hutan
– SDA yang berada di bawah permukaan bumi meliputi ragam barang tambang dan mineral seperti minyak bumi, batu bara, emas, timah, dan bijih besi.
4. Berdasarkan jumlahnya.
– SDA ada yang melimpah, ada pula yang sedikit dan terbatas.
– SDA yang terdapat disemua daerah seperti sinar matahari, dan ada yang berada di daerah-daerah tertentu seperti emas, perak, batu bara, dan minyak bumi.
5. Berdasarkan prosesnya.
– SDA diproses secara alamiah dan membutuhkan waktu jutaan tahun, seperti minyak bumi, batu bara, dan emas.
– SDA diproses secara buatan dan membutuhkan waktu yang relatif singkat, seperti perkebunan, pertanian, dan peternakan.
6. Menurut proses terbentuknya.
– Sumber daya fisik yang terbentuk oleh proses alamiah.
– Sumber daya biotik yang dapat tumbuh dan berkembang biak seperti tumbuhan dan hewan.
7. Menurut Sifat Pengolahan
– SDA yang tidak dapat diperbaharui.
– SDA yang dapat diperbaharui.
– SDA yang selalu tersedia
7.1 SDA yang tidak dapat diperbaharui
– SDA yang tidak dapat diperbaharui umumnya tidak dapat diciptakan atau direkayasa
– Jenisnya berupa SDA abiotik seperti mineral dan bahan tambang
– Sebelum dimulai proses penambangan, dilakukan penelitian atau penyelidikan disebut eksplorasi. Setelah terbukti ada, dan memenuhi syarat untuk digali, maka dimulai usaha penggalian disebut eksploitasi.
7.1 SDA yang dapat diperbaharui
– SDA yang dapat diperbaharui jika sudah terpakai masih dapat diusahakan kembali untuk diperbanyak dan ditingkatkan jumlahnya.
– SDA yang dapat diperbaharui berasal dari tumbuhan (SDA nabati) dan ada juga yang berasal dari hewan (SDA hewani).
– SDA ini tidak akan habis kecuali lingkungan pendukungnya rusak.
– Untuk menjaga kelangsungannya, maka kita harus memelihara lingkungan sebagai tempat hidup sumber daya alam biotik.
7.1 SDA yang selalu tersedia
– SDA yang selalu tersedia dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan hidup organisme adalah udara dan sinar matahari.
– Manfaat udara untuk bernafas, pembangkit listrik tenaga angin, penghantar gelombang radio untuk telekomukasi.
– Manfaat sinar matahari selain sumber utama kehidupan, tetapi dapat juga diolah menjadi listrik tenaga surya.
8. Menurut ke-ekonomisannya
– SDA Ekonomis yang dapat diperjual-belikan dan menghasilkan keuntungan seperti galian pasir, batu, gamping, dsb.
– SDA non ekonomis, penggunaannya tidak diperlukan biaya seperti menghirup udara dan mendapat sinar matahari.
II. PERSEBARAN SUMBER DAYA ALAM
1. Persebaran SDA yang tidak dapat diperbaharui
(a) Minyak bumi. Adapun proses pembentukannya adalah:
– Proses pengendapan batuan induk pembentuk minyak (source rock).
– Proses pematangan batuan induk (maturity). Batuan mengendap (sediment) mengalami pemadatan (kompaksi) pembatuan (litifikasi) dan pematangan (maturity)
– Proses migrasi minyak bumi dari batuan induk ke batuan sarang (reservoir).
– Proses pemerangkapan (trapping).
Potensi minyak bumi di Indonesia terdapat di 60 cekungan tersier di wilayah barat dan timur yang dibatasi oleh garis isobat. Isobat adalah garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki kedalaman laut yang sama.
Cekungan tersier di wilayah barat, antara lain tersebar di sekitar Pulau Sumatra, Kalimantan dan Jawa.
Cekungan di Sumatra merupakan cekungan minyak terbesar di Indonesia.
(1) Cekungan Sumatra Bagian Utara, Unit Pengolahan 1 Kilang Minyak Panggakalan Brandan (Sumut).
(2) Cekungan Sumatra Bagian Tengah, Unit Pengolahan II Kilang Minyak Dumai (Riau).
(3) Cekungan Sumatra Bagian Selatan,
Cekungan di Kalimantan:
(1) Cekungan Ketungau dan Melawi
(2) Cekungan Kalimantan Timur, Balikpapan sejak 1894
(3) Cekungan Barito (Kalsel), UP V Balikpapan
Cekungan di Jawa:
(1) Provinsi Jawa Barat, Ngimbang, Cekungan Sunda, Mundu, Indramayu, Rangkas, Jatibarang, dan Jatirangon. UP IV Balongan Cilacap (Jateng)
(2) Provinsi Jawa Tengah, Cepu (Blora)
(3) Provinsi Jawa Timur, Sungai Brantas, Bawean, lepas pantai Madura dan Sampang.
Cekungan tersier di wilayah timur, terdapat di Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
(1) Cekungan di Sulawesi, Sulawesi Selatan di lepas pantai Sabaru, Sulawesi Tenggara di Wowoni, dan Buton.
(2) Cekungan Nusa Tenggara di Laut Sawu (NTT) dan Maluku di pulau seram, pusatnya di Bula pulau Buru.
(3) Cekungan Papua terdapat di tiga wilayah Salawati, Misool, dan Bintuni.
(b) Gas bumi
(c) Batu bara
(d) Tenaga Panas Bumi
(e) Sumber Daya Mineral
(1) Timah Putih
(2) Nikel
(3) Bauksit
(4) Emas dan Perak
(5) Tembaga
(6) Intan
2. Persebaran SDA yang dapat diperbaharui
(a) Pertanian. Pengelolaannya dengan bersawah, berladang, bertegal, dan berkebun.
Usaha persawahan diantaranya: sawah irigasi, sawah pasang surut di daerah muara sungai, sawah tadah hujan yang perairannya tergantung pada air hujan.
Ladang adalah mengolah lahan dengan cara membuka hutan atau semak belukar
Tegalan adalah usaha pertanian pada lahan kering.
(b) Perkebunan.
Perkebunan rakyat. ciri-cirimya adalah lahan relatif sempit, modal relatif sedikit, peralatan sederhana, pengelolaan sederhana, dan tenaga kerja sedikit.
Perkebunan besar. Ciri-cirinya adalah lahan luas, modal besar, pengelolaan intensif, produktivitasnya tinggi dan dipersiapkan untuk ekspor.
Jenis tanaman perkebunan diantaranya : Karet, kopi, teh, tembakau, kelapa (asal karibia), lada (di Bangka dan Lampung), cengkih (asli Indonesia), pala (asli Indonesia), kapuk (di Jawa Tengah).
(c) Kehutanan.
Hutan kayu
Hutan rotan
Hutan bambu
Hutan damar
(d) Peternakan.
Peternakan unggas, seperti bebek, burung puyuh
(e) Perikanan, jenis-jenisnya adalah:
Perikanan rakyat
Perikanan industri
Perikanan laut
Perikanan darat
3. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berwawasan Lingkungan
– Pengelolaan sumber daya alam dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk memelihara atau memeperbaiki mutu sumber daya agar kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.
– Tujuan pengelolaan sumber daya alam adalah:
Menyelaraskan hubungan manusia dengan lingkungan hidup
Memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan terkendali
Membentuk manusia Indonesia yang mencintai dan berperan sebagai pembina lingkungan hidup
Menjamin kesinambungan pembangunan berwawasan lingkungan
Melindungi negara dari pengaruh luar yang bisa merusak dan mencemari lingkungan.
– Prinsip penggunaan sumber daya:
Hemat
Barang-barang teknologi tinggi diciptakan untuk mengurangi penggunaan bahan mineral.
Mencari alternatif pengganti BBM.
4. Pemanfaatan Sumber Daya Berdasarkan Prinsip Ekoefisiensi
– Ekoefisiensi adalah menajemen bisnis yang memadukan efisiensi ekonomi dan efisiensi lingkungan hidup
– Agama dan negara telah menyarankan hidup sederhana.
BAB 4 : Lingkungan Hidup dan Pembangungan Berkelanjutan
I. Lingkungan Hidup
1. Pengertian lingkungan hidup
Lingkungan hidup, sering disebut sebagai lingkungan, adalah istilah yang mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di Bumi atau bagian dari Bumi, yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan.
Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia.
Sumber 1: http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan_hidup
2. Secara umum lingkungan dalam konteks ekologi dibedakan atas dua bagian, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.
1. Lingkungan biotik adalah segala makhluk hidup, mulai dari mikroorganisme, sampai dengan tumbuhan dan hewan, termasuk di dalamnya manusia.
2. Lingkungan abiotik adalah segala kondisi yang terdapat di sekitar makhluk hidup yang bukan organisme hidup, antara lain batuan, tanah, mineral, dan udara.
3. Lingkungan hidup dalam ekologi manusia dibedakan atas tiga kelompok, yaitu:
1. Lingkungan alam merupakan kondisi alamiah.
2. Lingkungan sosial adalah manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai makhluk sosial
3. Lingkungan budaya merupakan hasil aktivitas manusia baik rasa, karsa maupun karya.
Yang dimaksud dengan ekologi manusia adalah cabang ilmu ekologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya.
4. Kualitas lingkungan hidup merupakan suatu suasana yang membuat setiap makhluk hidup merasa kondusif dalam lingkungan tersebut.
5. Kualitas lingkungan hidup dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu:
– Lingkungan biofisik adalah lingkungan abiotik dan biotik yang berhubungan secara simbiosis
– Lingkungan sosial-ekonomi adalah manusia baik secara individu maupun kelompok.
– Lingkungan budaya adalah materi (benda) atau nonmateri yang dihasilkan oleh manusia.
II. Keterbatasa Ekologis
1. Ekologi adalah ilmu pengetahuan mengenai hubungan timbal balik yang dinamis antara makhluk hidup dan rumah tangga atau lingkungannya.
2. Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan yang saling memengaruhi.
3. Daya dukung adalah kemapuan alami ekosistem untuk melanjutkan kehidupan dan pertumbuhan. Daya dukung apabila mendapat masukan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi maka terciptalah daya tampung.
4. yang dimaksud keterbatasa ekologis adalah keterbatasan daya dukung dalam menyokong kehidupan dengan populasi yang terus tumbuh. Sehingga sokongan lingkungan terhadap kehidupan tidak boleh dipaksakan, karena akan menyebabkan ketidak-seimbangan dan akhirnya menyebabkan kehancuran lingkunga.
5. Upaya mengatasi keterbatasan ekologis antara lain:
(1) Menjaga kelestarian lingkungan yang masih tersisa;
(2) Menghemat sumber daya alam melalui teknologi dan hemat energi; dan
(3) Perencanaan pembangunan berwawasan lingkungan.
III. Interaksi Unsur-Unsur Lingkungan Hidup
1. Unsur atau komponen lingkungan hidup pada dasarnya terdiri atas tiga hal, yaitu:
lingkungan fisik seperti tanah , batuan dan iklim.
komponen biologi seperti tumbuhan, hewan dan jasad renik, dan
sumber daya manusia dan sumber daya buatan.
2.
Wilayah yang perlu dikonservasi antara lain darah resapan air, daerah rawan erosi, lahan longsor, lahan potensial dan lahan subur, hutan mangrove, serat habitat hewan dan tumbuhan langka.
Dalam konservasi sumber daya alam hayati, pemerintah Indonesia menetapkan suatu wilayah untuk dijadikan cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, dan taman hutan raya. Daerah yang dijadikan kawasan konservasi ini tersebar di seluruh Indonesia.
Senin, 07 Juni 2010
Rabu, 02 Juni 2010
Prinsip Dasar Filsafat Modern
Mengenali Prinsip- Prinsip Dasar Filsafat Modern
Istilah modern berasal dari kata latin “moderna”yang artinya “sekarang”, “baru” atau “saat kini”. Dari pengertian dasar tersebut kita dapat mengasumsikan bahwa didalam kehidupan modern muncul kesadaran waktu akan kekinian. Asumsi ini tidaklah berarti sebelumnya orang tidak hidup di masa kini, akan tetapi lebih tepat mengatakan bahwa sebelumnya orang kurang menyadari bahwa manusia bisa mengadakan perubahan - perubahan secara kualitatif. Oleh sebab itu “modernitas” tidaklah hanya berarti sebagai zaman periode saja. Akan tetapi dapat juga diartikan sebagai bentuk kesadaran intelektual yang terkait dengan masa kini. Dan arti ini lebih mendasar dibandingkan pemahaman- pemahaman yang bersifat sosiologis atau ekonomis, meskipun pemahaman akhir- akhir ini tentang masyarakat modern lebih merujuk tumbuhnya sainstek dan ekonomi kapitalisme. Karena pemahaman ini lebih bersifat epistemologi; perubahan bentuk- bentuk kesadaran berfikirlah yang kita inginkan bukan perubahan secara institusional sebuah masyarakat.
Pada masa sebelum modern, perkembangan alam pikiran barat sangat terkekang oleh keharusan untuk disesuaikan dengan ajaran agama. Perkembangan penalaran tidak dilarang tetapi harus disesuaikan dan diabadikan pada keyakinan agama. Filsafat pada masa itu mencurahkan perhatian terhadap masalah metafisik. Saat itu sulit membedakan mana filsafat dan mana teologi gereja. Hal ini sangat berbeda dengan pemikiran modern yang sudah dijelaskan dalam pembahasan pertama.
Masa filsafat modern diawali dengan munculnya Renaissance sekitar abad 15 dan 16 M, kata “renaissance” berarti kelahiran kembali. Yang dimaksud dengannya adalah usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik (Yunani Romawi). Pokok permasalahan pada masa ini, sebagaimana periode skolastik adalah sintesa agama dan filsafat dengan arah yang berbeda. Era renaissance ditandai dengan tercurahnya perhatian pada berbagai bidang kemanusiaan baik sebagai individu maupun sosial.
Filosof pada masa renaissance antara lain Fancis Bacon. Dia berpendapat bahwa filsafat harus dipisahkan dari teologi meskipun ia meyakini bahwa penalaran dapat menunjukkan Tuhan. Tetapi ia menganggap bahwa segala sesuatu yang bercirikan lain dalam teologi hanya dapat diketahui dengan wahyu sedangkan wahyu sepenuhnya bergantuing pada penalaran. Hal ini menunjukkan bahwa bacon termasuk orang- orang yang membenarkan konsep ganda, yaitu kebenaran wahyu dan akal.
Sejarah filsafat modern lalu bisa dilukiskan sebagai pemberontakan intelektual terus menerus terhadap metafisika tradisional. Karena pemikiran yang berdasrkan pada iman (teologi) lebih dikalahkan oleh pemikiran yang berdasarkan pada akal (rasio). Disisi lain filsafat modern juga menjadi sebuah emansipasi, sebuah kemajuan berfikir yang sebelumnya didominasi oleh pemikiran metafisika tradisional yang didukung oleh kekuasaan gereja. Pada posisi ini mendukung radikalisasi lebih lanjut yaitu pemisahan ilmu pengetahuan dari filsafat. Kalau filsafat tradisional lebih mempermasalahkan kepada hal- hal yang bersifat teosentris yaitu persoalan kenyataan Adi Kodrati, entah yang disebut Allah, ruh dsb. Filsafat modern lebih mempermasalahkan kepada hal- hal yang bersifat antroposentris yaitu bagaimana menemukan dasar pengetahuan yang shohih tentang semua itu hal ini menjadi sebuah usaha untuk melepaskan diri dari tradisi. Oleh karena itu, diluncurkan tema- tema sebagai refleksi baru seperti: rasio, persepsi, afeksi sehingga pada masa filsafat modern ini pengetahuan baru sudah banyak muncul seperti yang sekarang ini kita kenal dengan “ilmu pengetahuan modern” yakni ilmu-ilmu alam.
Dari berbagai hal penjelasan di atas seperti adanya dominasi kekuasaan gereja, adanya keinginan untuk berfikir bebas yang lepas dari kekuasaan. Munculnya kesadaran akan diri sendiri. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan prinsip-prinsip dasar filsafat modern:
1. Humanisme dan Subjektivisme (individualisme)
Humanisme adalah pandangan bahwa manusia mampu mengatur dunia dan dirinya. Hal ini yang di kehendaki adalah manusia haruslah menjadi sebuah ukuran kebenaran karena manusia mempunyai kemampuan berfikir,bukan kebenaran itu di ukur berdasarkan ukuran dari gereja. Kaum humanis percaya bahwa rasio dapat melakukan segalanya dan lebih penting dari pada iman, sehingga kitab suci mulai di pelajari, di tafsirkan kembali dengan akal (rasio) belaka, yang lebih penting lagi adalah para kaum humanis ini menekankan perubahan-perubahan di bidang sosial, politik dan ekonomi.
Subjektivisme dipahami sebagai kesadaran akan dirinya sendiri sebagai subjectum yaitu sebagai pusat realitas yang menjadi ukuran segala sesuatu. Sebagai ilustrasi Jacob Burckhardt, menjelaskan bagaimana manusia dalam masyarakat abad pertengahan lebih mengenal dirinya sebagai ras, rakyat, partai, keluarga,atau kolektif. Lewat modernisasi yang dimulai di italia di zaman renaissance manusia lebih menyadari dirinya sebagai individu,”menjelang akhir abad ke-13”sekonyong-konyong italia di penuhi oleh pribadi;penghalang individualisme telah di bobol;ribuan wajah individual menspesialisasikan dirinya tanpa batas.
Ide-ide diatas diperkuat oleh Descartes dengan pernyataannya “Cogito ergo sum”(saya berfikir maka saya ada) pernyataan inilah yang dijadikan formulasi kesadaran yang dipertahankan sampai abad 20 sehingga manusia mengetahui akan dirinya sendiri melalui rasio.
2. Rasionalisme
Sebagaimana dikatakan oleh bapak filsafat modern, Rene Descartes. Rasionalisme adalah paham filsafat yang menyatakan bahwa akal adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Menurut aliran rasionalis, suatu pengetahuan diperoleh dengan cara berfikir.
Prinsip inilah yang membedakan filsafat modern dengan filsafat abad pertengahan yang beitu kuat dipengaruhi oleh keimanan yang tergambar dalam ungkapan “Credo ut intelligan”. Hal ini yang membuat takut para pemikir untuk mengemukakan hasil pemikirannya yang berbeda dari pendapat tokoh gereja. Dan Descartes-lah yang berani menyimpulkan bahwa dasar filsafat adalah akal, bukan perasaan, bukan iman, bukan ayat suci dan bukan yang lainnya.
3. Empirisme
Empirisme adalah salah satu aliran dalam filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan serta pengetahuan itu sendiri dan mengecilkan peranan akal. Istilah empirisme diambil dari bahasa yunani “empeiria” yang berarti pengalaman indrawi. sebagai suatu doktrin, empirisme adalah lawan rasionalisme.
Rasionalisme empirisme masing-masing mempunyai pendirian yang berbeda tentang sifat pergerakan manusiawi. Rasionalisme mengatakan bahwa pengetahuan yang sejati adalah berasal dari rasio, sehingga pengetahuan indrawi merupakan suatu bentuk pengetahuan kabur saja. Sebaliknya empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengetahuan indrawi merupakan bentuk pengetahuan yang paling jelas dan sempurna.
4. Kritisisme
Melihat bertolak belakangan rasionalisme dan empirisme yaitu pergerakan atau pengetahuan yang didapat dari rasio dan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman indrawi, Kant dengan filsafatnya kritisisme akan berusaha menyelesaikan pertentangan antara keduanya untuk itulah ia menulis dalam bukunya berjudul Kritik Derreinen (kritik atas rasio murni), Kritik Der urteilskraft (kritik atas daya pertimbangan).
Menurut kant,dalam pergerakan indrawi selalu sudah ada dua bentuk apriori, yaitu ruang dan waktu, kedua duanya berakar dalam struktur subyek sendiri. Memang ada suatu realitas terlepas dari subyek yang menyandra, tetapi realitas(berada dalam dirinya) tidak pernah dikenalinya,kita hanya mengenal gejala-gejala yang merupakan sintesa antara hal-hal yang datang dari luar(aposteriori) dengan bentuk ruang dan waktu (apriori) .
Dengan kritik dimaksudkan bahwa rasio tidak hanya menjadi sumber pengetahuan melainkan juga menjadi kemampuan praktis untuk membebaskan individu dari wewenang tradisi atau untuk menghancurkan prasangka-prasangka yang menyesatkan .
Daftar pustaka
Bertens, K, Ringkasan Sejarah Filsafat, Kanisius, Yogyakarta; 1998.
_________,Panorama filsafat modern,DARAS, Jakarta; 2005
Hardiman F.Budi, filsafat modern, gramedia, jakarta; 2004.
Syadali Ahmad,dkk filsafat umum, pustaka setia, bandung; 2004
http://munzaro.blogspot.com
Ringkasan Materi Geografi SMA Kelas 10
Bab 2 : Tata Surya dan Bumi
Jagat Raya
1. Bumi berputar pada sumbu bumi disebut Rotasi dan Bumi berputar mengelilingi matahari disebut revolusi.
2. Galaksi Bimasakti secara internasional dinamakan Milky Way.
3. Galaksi Bimasakti bersama 18 galaksi lainnya membentuk suatu klaster yang disebut klaster lokal. Selain klaster lokal, ada juga klaster Virgo (anggotanya terdiri dari 1.000 galaksi) dan klaster Coma (anggotanya terdiri dari 10.000 galaksi).
Teori Kejadian Alam Semesta
1. Salah satu teori yang menjelaskan tentang kejadian alam semesta adalah teori dentuman dahsyat (big bang). Teori ini pertama kali dikemukaan oleh Abbe Lemaitre pada tahun 1920-an.
2. Selain teori big bang ada juga teroi Keadaan Tetap (Steady State Theory) diusulkan oleh H. Bondi T. Gold, dan F. Hoyle, dan teori osiloasi.
3. Teori Big Bang :
alam semesta bermula dari gumpalan superatom raksasanya yang suhunya kira-kira mencapai 10 triliyun s.d 1 milyar derajat celcius
gumpalan superatom tersebut meledak sekitar 15 milyar tahun yang lalu.
hasil sisa dentuman menyebar menjadi awan hidrogen.
setelah berumur ratusan juta tahun, debu dan awan hydrogen tersebut membentuk bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda.
bintang-bintang tersebut memusat dan mengelompok. Kelompok bintang-bintang tersebut disebut galaksi.
Tata Surya
1. Awalnya orang mengira bahwa bumi adalah pusat jagat raya.
2. Tahun 1473-1543, Nicolaus Copernicus (astronomi Polandia) mematahkan anggapan tersebut. Ia mengatakan, bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta, melainkan mengitari matahari.
3. Teori Copernicus didukung oleh pengamatan Galileo Galilei dan dibenarkan oleh perhitungan Johannes Keppler
Kejadian Tata Surya
Mengenai teori asal mula tata surya, para ahli mengajukan beberapa teori, diantaranya:
1. Izaac Newton (1642-1727) menyajikan teori monistik dan teori dualistik
Teori monistik adalah teori yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama.
Teori dualistik adalah teori yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang berbeda dan terbentuk pada waktu yang berbeda.
2. George Comte de Buffon (1701-1788) menyajikan teori monistik dan teori katastrofi
Teori katastrofi adalah teori yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Kelemahannya teori ini tidak bisa menjelaskan asal datangnya komet.
3. Rene Descartes (1596-1650) mempercayai bahwa ruang angkasa terisi oleh fluida alam semesta dan planet-planet terbentuk dalam pusaran air. Teori ini tidak didukung oleh dasar ilmiah.
4. Immanuel Kant (1724-1804) terinspirasi oleh teori Rene, kemungkinan alam semesta itu berasal dari sesuatu “lembut” dan lebih dari fluida yaitu adanya awan gas yang berkontraksi di bawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih.
5. Setelah adanya teleskop, William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang awalnya dianggap sebagai kumpulan gas yang gagal menjadi bintang.
Sistem Tata Surya
1. Proses perluasan alam semesta terus berlanjut dengan periode yang sangat cepat.
2. materi-materi dari dentuman besar yang menyebar ke segala penjuru alam semesta ini, kemudian mengisi semesta dengan membentuk bintang, planet, demu kosmis, asteroid, meteor, energi, dan partikel materi lainnya.
3. Matahari; garis tengahnya adalah 1.392.000 km, 100 kali lebih besar dari bumi. Perkiraan beratnya 2.000.000 trilyun atau kira-kira 300.000 kali berat bumi.
4. Energi panas yang muncul dari matahari berupa letupan-letupan kecil (granules) dan letupan-letupan besar (prominences).
Planet
1. Planet adalah benda angkasa berbentuk bulat, anggota dari sistem tata surya dan memiliki orbit sendiri seperti matahari.
2. Planet terbentuk bersamaan waktunya dengan matahari yang berasal dari pendinginan material dentuman besar.
3. Planet tidak pernah lebih besar dari 20% ukuran matahari.
1) Merkurius;
planet terdekat dengan matahari sehingga pada siang hari suhunya dapat mencapai 430oC tetapi pada malam hari turun drastis menjadi 180oC.
Jarak merkurius dari matahari sekitar 57 juta kilometer.
Beratnya 20% dari berat bumi
Satu kali rotasi membutuhkan waktu 58,6 hari.
Untuk mengorbit matahari membutuhkan waktu 88 hari.
2) Venus
Jarak Venus dari matahari sekitar 107,4 juta km, dan jarak terjauhnya sekitar 109 juta km.
Venus merupakan bintang paling terang dilangit. Oleh karena terangnya venus disebut juga bintang senja. Venus juga dapat dilihat pada pagi hari.
Suhu panas mencapai 470oC.
Satu kali rotasi membutuhkan waktu 243 hari.
Untuk mengorbit matahari membutuhkan waktu 224,7 hari.
Diameter venus kira-kira mencapai 12.102 km.
3) Bumi
Jarak Bumi dari matahari sekitar 149,6 juta km.
Pada 3 Januari setiap tahunnya merupakan titik terdekat bumi dengan matahari sekitar 147.097.800 km. Titik terdekat bumi dari matahari disebut perihelion.
Pada 4 juli merupakan titik terjauh bumi dari matahari (Aphelion).
Diameter bumi mencapai 12.756 km. Dan 40.024 km di katulistiwa.
Planet bumi tersusun atas:
Besi (35%)
Oksigen (28%)
Silikon (17%)
Magnesium (13%)
Nikel (2,7%)
Sulfur (2,7%)
Kalsium (0,6%)
Aluminium (0,4%)
Dan materi lainnya. (0,6%)
70% permukaan bumi ditutupi oleh air.
Tidak ada planet di tata surya yang karakteristiknya sama dengan bumi.
Orbit bumi memiliki panjang 939.886.400 km.
Untuk mengorbit matahari membutuhkan waktu 365.242 hari.
4) Mars
5) Jupiter
6) Saturnus
7) Uranus
8) Neptunus
9) Pluto; dikeluarkan dari daftar planet-planet dalam tata surya melalui sidang umum himpunan internasional (International antronomical union-IAU)
Komet
1. Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan lintasan lonjong.
2. Bentuk ekor komet ada dua macam, yaitu ekor debu (melengkung) dan ekor gas (lurus).
3. Komet paling terang ditumkan oleh Edmund Halley (1656-1742)
Asteroid
Asteroid/planetoid/planet minor adalah planet-planet kecil yang sangat banyak dan beredar pada orbitnya di antara orbit Mars dan Yupiter.
Meteorid, meteor, dan meteorit
Meteorid adalah anggota tata surya yang diperkirakan berasal dari potongan komet dan pecahan-pecahan asteroid.
Akibat gravitasi bumi, meteorid dapat mendekati bumi. Akibat kelajuan tinggi menembus atmosfer dan terbakar menimbulkan cahaya. Nyala tersebut nampak dari bumi seperti bintang jatuh yang disebut meteor
Meteor yang jatuh sampai ke permukaan bumi disebut meteorit.
Penerbangan Ruang Angkasa
1. Pada 21 April 1961 Penerbangan ruang angkasa pertama kali oleh pesawat ruang angkasa Uni Soviet Vostok 1, bobotnya 5 ton, dan dikemudikan oleh kosmonot Yuri Gagarin (1934-1968).
2. Pada 16 Juli 1969, NASA Amerika Serikat meluncurkan Apollo 11 dan mendaratkan Neil Amstrong, Edwin Aldrin di permukaan bulan. Astronot ketiga Michael Collins, tetap tinggal di pesawat komando.
Sejarah Pembentukan Bumi
1. Fase awal yaitu big bang
2. Fase pembentukan bintang-bintang
3. Fase supernova, yaitu ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar.
4. Fase pendinginan nebula yang merupakan debu dan gas hasil ledakan.
5. Fase pembentukan matahari dan cincin planet.
6. Fase akresi.
7. Fase kompresi (pembentukan bumi).
8. Pembentukan atmosfer, samudra, dan makhluk hidup.
9. Makhluk hidup. Kira-kira 3 milyar tahun yang lalu.
Lapisan-lapisan bumi
Lapisan bumi terdiri dari lapisan atmosfer, kerak bumi, mantel bumi, ini luar dan inti dalam.
1. Atmosfer; yaitu selubung gas yang menyelimuti planet
Atmosfer menjaga bumi dari gangguan benda angkasa yang berbahaya.
Atmosfer menjaga suhu tetap stabil dan hangat
Atmosfer mengatur siklus cuaca dan iklim bumi.
Menurut para ahli meteorologi, atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan:
Troposfer (0 – 14 km.)
Stratosfer (10 – 40 km.)
Mesosfer (40 – 70 km.)
Termosfer (70 – 400 km.), dan
Eksosfer (400 – keatas)
2. Kerak Bumi; merupakan lapisan batuan yang paling atas dari struktur bumi
Tebal kerak bumi dibawah benua mencapai 70 km, dan dibawah lautan mencapai 6 km.
Dua jenis kerak bumi; yang tebal membentuk daratan dan yang lebih tipis membentuk lantai samudra
3. Mantel Bumi; merupakan lapisan cair-liat kira-kira setebal 2.900 km.
Suhu mantel bumi mencapai 3.700oC. hal inilah yang menjadikan lapisan cair-liat.
4. Inti Luar. Ketabalannya mencapai 2.000 km. Dan suhunya mencapai 4.200oC.
5. Inti Dalam. Ketebalannya mencapai diameter 2.740 km, tersusun dari besi dan nikel padat dengan suhu mencapai 4.500oC.
Hanyutan Benua
1. Lapisan bumi terdiri dari bagian terluar yang keras dan bagian dalam yang cair.
2. lapisan bumi yang tampak diam ternyata begerak. Gagasan ini diajukan oleh Antonio Snidar Pellegrini.
3. Teori Antonio ini dikembangkan oleh Wegener, ia memeragakan pergeseran benua.
4. Pada mulanya di permukaan bumi hanya ada satu benua yaitu Pangea dan satu samudera yaitu Tethys.
5. Kemudian pada zaman Trias akhir, Pangea pecah menjadi dua benuar besar, yaitu Gondwana dan Laurasia.
6. Pada zaman karbon sekitar 65 juta tahun lalu, pemisahan benua sudah tampak seperti sekarang, tetapi daratan india belum bersatu dengan asia.
Teori Tektonik Lempeng
1. Kerak bumi atau lapisan bumi bagian atas pada dasarnya terdiri dari kerak samudra dan kerak benua.
2. Kedua kerak bumi tersebut secara aktif saling mendesak dan bertabrakan atau saling menjauh.
3. Lempeng litosfer yang diatasnya terdapat “tumpangan” benua, jika bergerak maka benua tumpangannya pun bergerak.
4. Lempeng yang bagian atasnya samudra disebut lempeng samudra. Dan lempeng yang bagian atasnya massa benuda disebut lempeng benua.
5. Pada umumnya, lempeng samudra akan menunjam ke bawah lempeng benua hingga jauh ke dalam lapisan astenosfer.
Bukti adanya aktivitas di sekitar lempeng saling tumbuk (konvergen)
1. Terciptanya palung pada tepian benua yang berbatasan dengan samudra
2. Terjadi perluasan lempeng benua berupa rangkaian pegunungan
3. Meningkatnya aktivitas vulkanisme, intrusi magma, dan ekstrusi magma.
4. Menunjukkan adanya hiposentrum gempa.
5. terdapa zona timbunan sedimen campuran batuan malange (batuan bancuh)
Identifikasi sejumlah tempat yang menunjukkan adanya tumbukan lempeng
1. Pegunungan andes memanjang harmonis akibat desakan lempeng samudra pasifik timur yang menunjam ke bawah lempeng kerak kontinen Amerika.
2. Kepulauan Jepang yang rawan gempa bukti adanya desakan lempeng pasifik barat yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
3. Busur kepulauan mariana dan busur kepulauan filipina akibat dua lempeng pasifik dan lempeng filipina yang menunjam dengan arah yang sama.
4. Busur New Hebrides yang menyembul akibat desakan lempeng India-Australia menunjam di bawah lempeng pasifik.
5. Daerah mediterania dan laut hitam di turki
6. Pegunungan Himalaya di India akibat tumbukan kerak kontinen
Bukti-bukti adanya aktivitas lempeng yang saling menjauh.
1. Perenggangan lempeng.
2. Pembentukan tanggul dasar samudra
3. Aktivitas vulkanisme laut menghasilkan lava bantal serta leleran lava yang encer
Jagat Raya
1. Bumi berputar pada sumbu bumi disebut Rotasi dan Bumi berputar mengelilingi matahari disebut revolusi.
2. Galaksi Bimasakti secara internasional dinamakan Milky Way.
3. Galaksi Bimasakti bersama 18 galaksi lainnya membentuk suatu klaster yang disebut klaster lokal. Selain klaster lokal, ada juga klaster Virgo (anggotanya terdiri dari 1.000 galaksi) dan klaster Coma (anggotanya terdiri dari 10.000 galaksi).
Teori Kejadian Alam Semesta
1. Salah satu teori yang menjelaskan tentang kejadian alam semesta adalah teori dentuman dahsyat (big bang). Teori ini pertama kali dikemukaan oleh Abbe Lemaitre pada tahun 1920-an.
2. Selain teori big bang ada juga teroi Keadaan Tetap (Steady State Theory) diusulkan oleh H. Bondi T. Gold, dan F. Hoyle, dan teori osiloasi.
3. Teori Big Bang :
alam semesta bermula dari gumpalan superatom raksasanya yang suhunya kira-kira mencapai 10 triliyun s.d 1 milyar derajat celcius
gumpalan superatom tersebut meledak sekitar 15 milyar tahun yang lalu.
hasil sisa dentuman menyebar menjadi awan hidrogen.
setelah berumur ratusan juta tahun, debu dan awan hydrogen tersebut membentuk bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda.
bintang-bintang tersebut memusat dan mengelompok. Kelompok bintang-bintang tersebut disebut galaksi.
Tata Surya
1. Awalnya orang mengira bahwa bumi adalah pusat jagat raya.
2. Tahun 1473-1543, Nicolaus Copernicus (astronomi Polandia) mematahkan anggapan tersebut. Ia mengatakan, bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta, melainkan mengitari matahari.
3. Teori Copernicus didukung oleh pengamatan Galileo Galilei dan dibenarkan oleh perhitungan Johannes Keppler
Kejadian Tata Surya
Mengenai teori asal mula tata surya, para ahli mengajukan beberapa teori, diantaranya:
1. Izaac Newton (1642-1727) menyajikan teori monistik dan teori dualistik
Teori monistik adalah teori yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama.
Teori dualistik adalah teori yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang berbeda dan terbentuk pada waktu yang berbeda.
2. George Comte de Buffon (1701-1788) menyajikan teori monistik dan teori katastrofi
Teori katastrofi adalah teori yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Kelemahannya teori ini tidak bisa menjelaskan asal datangnya komet.
3. Rene Descartes (1596-1650) mempercayai bahwa ruang angkasa terisi oleh fluida alam semesta dan planet-planet terbentuk dalam pusaran air. Teori ini tidak didukung oleh dasar ilmiah.
4. Immanuel Kant (1724-1804) terinspirasi oleh teori Rene, kemungkinan alam semesta itu berasal dari sesuatu “lembut” dan lebih dari fluida yaitu adanya awan gas yang berkontraksi di bawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih.
5. Setelah adanya teleskop, William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang awalnya dianggap sebagai kumpulan gas yang gagal menjadi bintang.
Sistem Tata Surya
1. Proses perluasan alam semesta terus berlanjut dengan periode yang sangat cepat.
2. materi-materi dari dentuman besar yang menyebar ke segala penjuru alam semesta ini, kemudian mengisi semesta dengan membentuk bintang, planet, demu kosmis, asteroid, meteor, energi, dan partikel materi lainnya.
3. Matahari; garis tengahnya adalah 1.392.000 km, 100 kali lebih besar dari bumi. Perkiraan beratnya 2.000.000 trilyun atau kira-kira 300.000 kali berat bumi.
4. Energi panas yang muncul dari matahari berupa letupan-letupan kecil (granules) dan letupan-letupan besar (prominences).
Planet
1. Planet adalah benda angkasa berbentuk bulat, anggota dari sistem tata surya dan memiliki orbit sendiri seperti matahari.
2. Planet terbentuk bersamaan waktunya dengan matahari yang berasal dari pendinginan material dentuman besar.
3. Planet tidak pernah lebih besar dari 20% ukuran matahari.
1) Merkurius;
planet terdekat dengan matahari sehingga pada siang hari suhunya dapat mencapai 430oC tetapi pada malam hari turun drastis menjadi 180oC.
Jarak merkurius dari matahari sekitar 57 juta kilometer.
Beratnya 20% dari berat bumi
Satu kali rotasi membutuhkan waktu 58,6 hari.
Untuk mengorbit matahari membutuhkan waktu 88 hari.
2) Venus
Jarak Venus dari matahari sekitar 107,4 juta km, dan jarak terjauhnya sekitar 109 juta km.
Venus merupakan bintang paling terang dilangit. Oleh karena terangnya venus disebut juga bintang senja. Venus juga dapat dilihat pada pagi hari.
Suhu panas mencapai 470oC.
Satu kali rotasi membutuhkan waktu 243 hari.
Untuk mengorbit matahari membutuhkan waktu 224,7 hari.
Diameter venus kira-kira mencapai 12.102 km.
3) Bumi
Jarak Bumi dari matahari sekitar 149,6 juta km.
Pada 3 Januari setiap tahunnya merupakan titik terdekat bumi dengan matahari sekitar 147.097.800 km. Titik terdekat bumi dari matahari disebut perihelion.
Pada 4 juli merupakan titik terjauh bumi dari matahari (Aphelion).
Diameter bumi mencapai 12.756 km. Dan 40.024 km di katulistiwa.
Planet bumi tersusun atas:
Besi (35%)
Oksigen (28%)
Silikon (17%)
Magnesium (13%)
Nikel (2,7%)
Sulfur (2,7%)
Kalsium (0,6%)
Aluminium (0,4%)
Dan materi lainnya. (0,6%)
70% permukaan bumi ditutupi oleh air.
Tidak ada planet di tata surya yang karakteristiknya sama dengan bumi.
Orbit bumi memiliki panjang 939.886.400 km.
Untuk mengorbit matahari membutuhkan waktu 365.242 hari.
4) Mars
5) Jupiter
6) Saturnus
7) Uranus
8) Neptunus
9) Pluto; dikeluarkan dari daftar planet-planet dalam tata surya melalui sidang umum himpunan internasional (International antronomical union-IAU)
Komet
1. Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan lintasan lonjong.
2. Bentuk ekor komet ada dua macam, yaitu ekor debu (melengkung) dan ekor gas (lurus).
3. Komet paling terang ditumkan oleh Edmund Halley (1656-1742)
Asteroid
Asteroid/planetoid/planet minor adalah planet-planet kecil yang sangat banyak dan beredar pada orbitnya di antara orbit Mars dan Yupiter.
Meteorid, meteor, dan meteorit
Meteorid adalah anggota tata surya yang diperkirakan berasal dari potongan komet dan pecahan-pecahan asteroid.
Akibat gravitasi bumi, meteorid dapat mendekati bumi. Akibat kelajuan tinggi menembus atmosfer dan terbakar menimbulkan cahaya. Nyala tersebut nampak dari bumi seperti bintang jatuh yang disebut meteor
Meteor yang jatuh sampai ke permukaan bumi disebut meteorit.
Penerbangan Ruang Angkasa
1. Pada 21 April 1961 Penerbangan ruang angkasa pertama kali oleh pesawat ruang angkasa Uni Soviet Vostok 1, bobotnya 5 ton, dan dikemudikan oleh kosmonot Yuri Gagarin (1934-1968).
2. Pada 16 Juli 1969, NASA Amerika Serikat meluncurkan Apollo 11 dan mendaratkan Neil Amstrong, Edwin Aldrin di permukaan bulan. Astronot ketiga Michael Collins, tetap tinggal di pesawat komando.
Sejarah Pembentukan Bumi
1. Fase awal yaitu big bang
2. Fase pembentukan bintang-bintang
3. Fase supernova, yaitu ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar.
4. Fase pendinginan nebula yang merupakan debu dan gas hasil ledakan.
5. Fase pembentukan matahari dan cincin planet.
6. Fase akresi.
7. Fase kompresi (pembentukan bumi).
8. Pembentukan atmosfer, samudra, dan makhluk hidup.
9. Makhluk hidup. Kira-kira 3 milyar tahun yang lalu.
Lapisan-lapisan bumi
Lapisan bumi terdiri dari lapisan atmosfer, kerak bumi, mantel bumi, ini luar dan inti dalam.
1. Atmosfer; yaitu selubung gas yang menyelimuti planet
Atmosfer menjaga bumi dari gangguan benda angkasa yang berbahaya.
Atmosfer menjaga suhu tetap stabil dan hangat
Atmosfer mengatur siklus cuaca dan iklim bumi.
Menurut para ahli meteorologi, atmosfer terdiri dari lapisan-lapisan:
Troposfer (0 – 14 km.)
Stratosfer (10 – 40 km.)
Mesosfer (40 – 70 km.)
Termosfer (70 – 400 km.), dan
Eksosfer (400 – keatas)
2. Kerak Bumi; merupakan lapisan batuan yang paling atas dari struktur bumi
Tebal kerak bumi dibawah benua mencapai 70 km, dan dibawah lautan mencapai 6 km.
Dua jenis kerak bumi; yang tebal membentuk daratan dan yang lebih tipis membentuk lantai samudra
3. Mantel Bumi; merupakan lapisan cair-liat kira-kira setebal 2.900 km.
Suhu mantel bumi mencapai 3.700oC. hal inilah yang menjadikan lapisan cair-liat.
4. Inti Luar. Ketabalannya mencapai 2.000 km. Dan suhunya mencapai 4.200oC.
5. Inti Dalam. Ketebalannya mencapai diameter 2.740 km, tersusun dari besi dan nikel padat dengan suhu mencapai 4.500oC.
Hanyutan Benua
1. Lapisan bumi terdiri dari bagian terluar yang keras dan bagian dalam yang cair.
2. lapisan bumi yang tampak diam ternyata begerak. Gagasan ini diajukan oleh Antonio Snidar Pellegrini.
3. Teori Antonio ini dikembangkan oleh Wegener, ia memeragakan pergeseran benua.
4. Pada mulanya di permukaan bumi hanya ada satu benua yaitu Pangea dan satu samudera yaitu Tethys.
5. Kemudian pada zaman Trias akhir, Pangea pecah menjadi dua benuar besar, yaitu Gondwana dan Laurasia.
6. Pada zaman karbon sekitar 65 juta tahun lalu, pemisahan benua sudah tampak seperti sekarang, tetapi daratan india belum bersatu dengan asia.
Teori Tektonik Lempeng
1. Kerak bumi atau lapisan bumi bagian atas pada dasarnya terdiri dari kerak samudra dan kerak benua.
2. Kedua kerak bumi tersebut secara aktif saling mendesak dan bertabrakan atau saling menjauh.
3. Lempeng litosfer yang diatasnya terdapat “tumpangan” benua, jika bergerak maka benua tumpangannya pun bergerak.
4. Lempeng yang bagian atasnya samudra disebut lempeng samudra. Dan lempeng yang bagian atasnya massa benuda disebut lempeng benua.
5. Pada umumnya, lempeng samudra akan menunjam ke bawah lempeng benua hingga jauh ke dalam lapisan astenosfer.
Bukti adanya aktivitas di sekitar lempeng saling tumbuk (konvergen)
1. Terciptanya palung pada tepian benua yang berbatasan dengan samudra
2. Terjadi perluasan lempeng benua berupa rangkaian pegunungan
3. Meningkatnya aktivitas vulkanisme, intrusi magma, dan ekstrusi magma.
4. Menunjukkan adanya hiposentrum gempa.
5. terdapa zona timbunan sedimen campuran batuan malange (batuan bancuh)
Identifikasi sejumlah tempat yang menunjukkan adanya tumbukan lempeng
1. Pegunungan andes memanjang harmonis akibat desakan lempeng samudra pasifik timur yang menunjam ke bawah lempeng kerak kontinen Amerika.
2. Kepulauan Jepang yang rawan gempa bukti adanya desakan lempeng pasifik barat yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
3. Busur kepulauan mariana dan busur kepulauan filipina akibat dua lempeng pasifik dan lempeng filipina yang menunjam dengan arah yang sama.
4. Busur New Hebrides yang menyembul akibat desakan lempeng India-Australia menunjam di bawah lempeng pasifik.
5. Daerah mediterania dan laut hitam di turki
6. Pegunungan Himalaya di India akibat tumbukan kerak kontinen
Bukti-bukti adanya aktivitas lempeng yang saling menjauh.
1. Perenggangan lempeng.
2. Pembentukan tanggul dasar samudra
3. Aktivitas vulkanisme laut menghasilkan lava bantal serta leleran lava yang encer
Selasa, 01 Juni 2010
Filsafat Modern, Pendukung dan Penyanggahnya
Para filusuf zaman modern menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab suci atau ajaran agama, tidak juga dari para penguasa, tetapi dari dalam diri manusia sendiri. Namun tentang aspek mana yang lebih berperan muncul perbedaan pendapat. Aliran rasionalisme beranggapan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio: kebenaran pasti berasal dari rasio (akal). Aliran empirisme, sebaliknya, meyakini pengalamanlah sumber pengetahuan itu, baik yang batin, maupun yang inderawi. Lalu muncul aliran kritisisme, yang mencoba memadukan kedua pendapat berbeda itu.
Aliran rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650 M). Dalam buku Discourse de la Methode tahun 1637 ia menegaskan perlunya ada metode yang jitu sebagai dasar kokoh bagi semua pengetahuan, yaitu dengan menyangsikan segalanya, secara metodis. Kalau suatu kebenaran tahan terhadap ujian kesangsian yang radikal ini, maka kebenaran itu 100% pasti dan menjadi landasan bagi seluruh pengetahuan.
Tetapi dalam rangka kesangsian yang metodis ini ternyata hanya ada satu hal yang tidak dapat diragukan, yaitu “saya ragu-ragu”. Ini bukan khayalan, tetapi kenyataan, bahwa “aku ragu-ragu”. Jika aku menyangsikan sesuatu, aku menyadari bahwa aku menyangsikan adanya. Dengan lain kata kesangsian itu langsung menyatakan adanya aku. Itulah “cogito ergo sum”, aku berpikir (= menyadari) maka aku ada. Itulah kebenaran yang tidak dapat disangkal lagi. — Mengapa kebenaran itu pasti? Sebab aku mengerti itu dengan “jelas, dan terpilah-pilah” — “clearly and distinctly”, “clara et distincta”. Artinya, yang jelas dan terpilah-pilah itulah yang harus diterima sebagai benar. Dan itu menjadi norma Descartes dalam menentukan kebenaran.
Descartes menerima 3 realitas atau substansi bawaan, yang sudah ada sejak kita lahir, yaitu (1) realitas pikiran (res cogitan), (2) realitas perluasan (res extensa, “extention”) atau materi, dan (3) Tuhan (sebagai Wujud yang seluruhnya sempurna, penyebab sempurna dari kedua realitas itu). Pikiran sesungguhnya adalah kesadaran, tidak mengambil ruang dan tak dapat dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil. Materi adalah keluasan, mengambil tempat dan dapat dibagi-bagi, dan tak memiliki kesadaran. Kedua substansi berasal dari Tuhan, sebab hanya Tuhan sajalah yang ada tanpa tergantung pada apapun juga. Descartes adalah seorang dualis, menerapkan pembagian tegas antara realitas pikiran dan realitas yang meluas. Manusia memiliki keduanya, sedang binatang hanya memiliki realitas keluasan: manusia memiliki badan sebagaimana binatang, dan memiliki pikiran sebagaimana malaikat. Binatang adalah mesin otomat, bekerja mekanistik, sedang manusia adalah mesin otomat yang sempurna, karena dari pikirannya ia memiliki kecerdasan. (Mesin otomat jaman sekarang adalah komputer yang tampak seperti memiliki kecerdasan buatan).
Descartes adalah pelopor kaum rasionalis, yaitu mereka yang percaya bahwa dasar semua pengetahuan ada dalam pikiran.
Aliran empririsme nyata dalam pemikiran David Hume (1711-1776), yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan. Pengalaman itu dapat yang bersifat lahirilah (yang menyangkut dunia), maupun yang batiniah (yang menyangkut pribadi manusia). Oleh karena itu pengenalan inderawi merupakan bentuk pengenalan yang paling jelas dan sempurna.
Dua hal dicermati oleh Hume, yaitu substansi dan kausalitas. Hume tidak menerima substansi, sebab yang dialami hanya kesan-kesan saja tentang beberapa ciri yang selalu ada bersama-sama. Dari kesan muncul gagasan. Kesan adalah hasil penginderaan langsung, sedang gagasan adalah ingatan akan kesan-kesan seperti itu. Misal kualami kesan: putih, licin, ringan, tipis. Atas dasar pengalaman itu tidak dapat disimpulkan, bahwa ada substansi tetap yang misalnya disebut kertas, yang memiliki ciri-ciri tadi. Bahwa di dunia ada realitas kertas, diterima oleh Hume. Namun dari kesan itu mengapa muncul gagasan kertas, dan bukan yang lainnya? Bagi Hume, “aku” tidak lain hanyalah “a bundle or collection of perceptions (= kesadaran tertentu)”.
Kausalitas. Jika gejala tertentu diikuti oleh gejala lainnya, misal batu yang disinari matahari menjadi panas, kesimpulan itu tidak berdasarkan pengalaman. Pengalaman hanya memberi kita urutan gejala, tetapi tidak memperlihatkan kepada kita urutan sebab-akibat. Yang disebut kepastian hanya mengungkapkan harapan kita saja dan tidak boleh dimengerti lebih dari “probable” (berpeluang). Maka Hume menolak kausalitas, sebab harapan bahwa sesuatu mengikuti yang lain tidak melekat pada hal-hal itu sendiri, namun hanya dalam gagasan kita. Hukum alam adalah hukum alam. Jika kita bicara tentang “hukum alam” atau “sebab-akibat”, sebenarnya kita membicarakan apa yang kita harapkan, yang merupakan gagasan kita saja, yang lebih didikte oleh kebiasaan atau perasaan kita saja.
Hume merupakan pelopor para empirisis, yang percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari indera. Menurut Hume ada batasan-batasan yang tegas tentang bagaimana kesimpulan dapat diambil melalui persepsi indera kita.
Dengan Kritisisme Imanuel Kant (1724-1804) mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh. Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita. Ada kondisi-kondisi tertentu dalam manusia yang ikut menentukan konsepsi manusia tentang dunia. Kant setuju dengan Hume bahwa kita tidak mengetahui secara pasti seperti apa dunia “itu sendiri” (“das Ding an sich”), namun hanya dunia itu seperti tampak “bagiku”, atau “bagi semua orang”. Namun, menurut Kant, ada dua unsur yang memberi sumbangan kepada pengetahuan manusia tentang dunia. Yang pertama adalah kondisi-kondisi lahirilah ruang dan waktu yang tidak dapat kita ketahui sebelum kita menangkapnya dengan indera kita. Ruang dan waktu adalah cara pandang dan bukan atribut dari dunia fisik. Itu materi pengetahuan. Yang kedua adalah kondisi-kondisi batiniah dalam manusia mengenai proses-proses yang tunduk kepada hukum kausalitas yang tak terpatahkan. Ini bentuk pengetahuan. Demikian Kant membuat kritik atas seluruh pemikiran filsafat, membuat suatu sintesis, dan meletakkan dasar bagi aneka aliran filsafat masa kini.
Sumber...http://kognitar.wordpress.com/2008/01/28/sejarah-filsafat-modern/
Aliran rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes (1596-1650 M). Dalam buku Discourse de la Methode tahun 1637 ia menegaskan perlunya ada metode yang jitu sebagai dasar kokoh bagi semua pengetahuan, yaitu dengan menyangsikan segalanya, secara metodis. Kalau suatu kebenaran tahan terhadap ujian kesangsian yang radikal ini, maka kebenaran itu 100% pasti dan menjadi landasan bagi seluruh pengetahuan.
Tetapi dalam rangka kesangsian yang metodis ini ternyata hanya ada satu hal yang tidak dapat diragukan, yaitu “saya ragu-ragu”. Ini bukan khayalan, tetapi kenyataan, bahwa “aku ragu-ragu”. Jika aku menyangsikan sesuatu, aku menyadari bahwa aku menyangsikan adanya. Dengan lain kata kesangsian itu langsung menyatakan adanya aku. Itulah “cogito ergo sum”, aku berpikir (= menyadari) maka aku ada. Itulah kebenaran yang tidak dapat disangkal lagi. — Mengapa kebenaran itu pasti? Sebab aku mengerti itu dengan “jelas, dan terpilah-pilah” — “clearly and distinctly”, “clara et distincta”. Artinya, yang jelas dan terpilah-pilah itulah yang harus diterima sebagai benar. Dan itu menjadi norma Descartes dalam menentukan kebenaran.
Descartes menerima 3 realitas atau substansi bawaan, yang sudah ada sejak kita lahir, yaitu (1) realitas pikiran (res cogitan), (2) realitas perluasan (res extensa, “extention”) atau materi, dan (3) Tuhan (sebagai Wujud yang seluruhnya sempurna, penyebab sempurna dari kedua realitas itu). Pikiran sesungguhnya adalah kesadaran, tidak mengambil ruang dan tak dapat dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil. Materi adalah keluasan, mengambil tempat dan dapat dibagi-bagi, dan tak memiliki kesadaran. Kedua substansi berasal dari Tuhan, sebab hanya Tuhan sajalah yang ada tanpa tergantung pada apapun juga. Descartes adalah seorang dualis, menerapkan pembagian tegas antara realitas pikiran dan realitas yang meluas. Manusia memiliki keduanya, sedang binatang hanya memiliki realitas keluasan: manusia memiliki badan sebagaimana binatang, dan memiliki pikiran sebagaimana malaikat. Binatang adalah mesin otomat, bekerja mekanistik, sedang manusia adalah mesin otomat yang sempurna, karena dari pikirannya ia memiliki kecerdasan. (Mesin otomat jaman sekarang adalah komputer yang tampak seperti memiliki kecerdasan buatan).
Descartes adalah pelopor kaum rasionalis, yaitu mereka yang percaya bahwa dasar semua pengetahuan ada dalam pikiran.
Aliran empririsme nyata dalam pemikiran David Hume (1711-1776), yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan. Pengalaman itu dapat yang bersifat lahirilah (yang menyangkut dunia), maupun yang batiniah (yang menyangkut pribadi manusia). Oleh karena itu pengenalan inderawi merupakan bentuk pengenalan yang paling jelas dan sempurna.
Dua hal dicermati oleh Hume, yaitu substansi dan kausalitas. Hume tidak menerima substansi, sebab yang dialami hanya kesan-kesan saja tentang beberapa ciri yang selalu ada bersama-sama. Dari kesan muncul gagasan. Kesan adalah hasil penginderaan langsung, sedang gagasan adalah ingatan akan kesan-kesan seperti itu. Misal kualami kesan: putih, licin, ringan, tipis. Atas dasar pengalaman itu tidak dapat disimpulkan, bahwa ada substansi tetap yang misalnya disebut kertas, yang memiliki ciri-ciri tadi. Bahwa di dunia ada realitas kertas, diterima oleh Hume. Namun dari kesan itu mengapa muncul gagasan kertas, dan bukan yang lainnya? Bagi Hume, “aku” tidak lain hanyalah “a bundle or collection of perceptions (= kesadaran tertentu)”.
Kausalitas. Jika gejala tertentu diikuti oleh gejala lainnya, misal batu yang disinari matahari menjadi panas, kesimpulan itu tidak berdasarkan pengalaman. Pengalaman hanya memberi kita urutan gejala, tetapi tidak memperlihatkan kepada kita urutan sebab-akibat. Yang disebut kepastian hanya mengungkapkan harapan kita saja dan tidak boleh dimengerti lebih dari “probable” (berpeluang). Maka Hume menolak kausalitas, sebab harapan bahwa sesuatu mengikuti yang lain tidak melekat pada hal-hal itu sendiri, namun hanya dalam gagasan kita. Hukum alam adalah hukum alam. Jika kita bicara tentang “hukum alam” atau “sebab-akibat”, sebenarnya kita membicarakan apa yang kita harapkan, yang merupakan gagasan kita saja, yang lebih didikte oleh kebiasaan atau perasaan kita saja.
Hume merupakan pelopor para empirisis, yang percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari indera. Menurut Hume ada batasan-batasan yang tegas tentang bagaimana kesimpulan dapat diambil melalui persepsi indera kita.
Dengan Kritisisme Imanuel Kant (1724-1804) mencoba mengembangkan suatu sintesis atas dua pendekatan yang bertentangan ini. Kant berpendapat bahwa masing-masing pendekatan benar separuh, dan salah separuh. Benarlah bahwa pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indera kita, namun dalam akal kita ada faktor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar kita. Ada kondisi-kondisi tertentu dalam manusia yang ikut menentukan konsepsi manusia tentang dunia. Kant setuju dengan Hume bahwa kita tidak mengetahui secara pasti seperti apa dunia “itu sendiri” (“das Ding an sich”), namun hanya dunia itu seperti tampak “bagiku”, atau “bagi semua orang”. Namun, menurut Kant, ada dua unsur yang memberi sumbangan kepada pengetahuan manusia tentang dunia. Yang pertama adalah kondisi-kondisi lahirilah ruang dan waktu yang tidak dapat kita ketahui sebelum kita menangkapnya dengan indera kita. Ruang dan waktu adalah cara pandang dan bukan atribut dari dunia fisik. Itu materi pengetahuan. Yang kedua adalah kondisi-kondisi batiniah dalam manusia mengenai proses-proses yang tunduk kepada hukum kausalitas yang tak terpatahkan. Ini bentuk pengetahuan. Demikian Kant membuat kritik atas seluruh pemikiran filsafat, membuat suatu sintesis, dan meletakkan dasar bagi aneka aliran filsafat masa kini.
Sumber...http://kognitar.wordpress.com/2008/01/28/sejarah-filsafat-modern/
Sabtu, 29 Mei 2010
Cara Memberi Highlight Pada Posting Blog
Assalamu’ alaikum para maniak blogger, cara memberi highlight pada posting blog. Fungsinya hanya untuk memperjelas dan memperindah tulisan yang ingin ditonjolkan. Kalau begitu jika anda berminat untuk membuatnya silahkan ikuti tips berikut ini :
1. Login ke blogger.com
2. Pilih Layout/Tata Letak ---> Edit HTML
3. Cari kode ]]> biar cepat klik Ctrl+F
4. Kemudian letakkan script berikut sebelum kode ]]>
Keterangan :
- background: #DDE4FF; = adalah warna backgroundnya (latar belakang) bisa kamu ganti sesuai keinginan anda. Untuk melihat kode warna silahkan klik DI SINI !
- border: 1px dotted = 1 px adalah tebal border (garis tepi). ”dotted” adalah jenis border pada kotak highlight script.
- dotted #223344; = adalah warna dari border (garis tepi)
- padding: 5px 5px 5px 5px; = adalah jarak antara garis tepi dengan tulisan
- text-align: left; = adalah tulisan berada pada sisi kiri
5. Kemudian klik simpan template
6. Langkah selanjutnya adalah cara untuk memposting
7. Sebelum menulis posting terlebih dahulu ganti dari Menu Tulis (Compose) ke Edit HTML
8. Kemudian masukkan kode seperti ini
"Postingan Yang Akan di Highlight"
9. Kalau udah selesai silahkan klik Publikasikan !
10. Terakhir ucapkan Alhamdulillah ! Wassalamu’ alaikum wr. wb.
Sumber : http://kiwolblog.blogspot.com/2009/07/cara-memberi-highlight-pada-posting.html
2. Pilih Layout/Tata Letak ---> Edit HTML
3. Cari kode ]]> biar cepat klik Ctrl+F
4. Kemudian letakkan script berikut sebelum kode ]]>
.alert { background: #DDE4FF;
text-align: left;
padding: 5px 5px 5px 5px;
border-top:1px dotted #223344;border-bottom:1px dotted #223344;border-left:1px dotted #223344;border-right:1px dotted #223344 ;}
text-align: left;
padding: 5px 5px 5px 5px;
border-top:1px dotted #223344;border-bottom:1px dotted #223344;border-left:1px dotted #223344;border-right:1px dotted #223344 ;}
Keterangan :
- background: #DDE4FF; = adalah warna backgroundnya (latar belakang) bisa kamu ganti sesuai keinginan anda. Untuk melihat kode warna silahkan klik DI SINI !
- border: 1px dotted = 1 px adalah tebal border (garis tepi). ”dotted” adalah jenis border pada kotak highlight script.
- dotted #223344; = adalah warna dari border (garis tepi)
- padding: 5px 5px 5px 5px; = adalah jarak antara garis tepi dengan tulisan
- text-align: left; = adalah tulisan berada pada sisi kiri
5. Kemudian klik simpan template
6. Langkah selanjutnya adalah cara untuk memposting
7. Sebelum menulis posting terlebih dahulu ganti dari Menu Tulis (Compose) ke Edit HTML
8. Kemudian masukkan kode seperti ini
........
sebelum anda melakukan postingan, jika masih belum jelas silahkan lihat contoh di bawah ini :9. Kalau udah selesai silahkan klik Publikasikan !
10. Terakhir ucapkan Alhamdulillah ! Wassalamu’ alaikum wr. wb.
Sumber : http://kiwolblog.blogspot.com/2009/07/cara-memberi-highlight-pada-posting.html
Reformasi Pendidikan
Reformasi bagi suatu bangsa dan negara merupakan reformasi dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Reformasi tidak hanya sekedar sebagai suatu konsep belaka, tetapi harus dapat diwujudkan melalui serangkaian kegiatan pembangunan baik fisik maupun non fisik. Reformasi adalah pembangunan tatanan kehidupan yang bertumpu pada kepentingan bangsa dan bukan pada egoistis para penentu kebijakan pembangunan. Reformasi membutuhkan perubahan prilaku, cita-cita, dan nilai yang membangun kebersamaan, suatu pemerintahan yang bersih dan berwibawa ( Tilaar, 1999)
Pendidikan sebagai salah satu aspek kehidupan bangsa, tidaklah luput dari gerakan reformasi, suatu gerakan yang menginginkan perwujudan nyata cita-cita bangsa yakni terciptanya masyarakat adil dan makmur. Gerakan itu tentunya memberikan beban yang amat berat bagi sektor pendidikan. Sektor pendidikan harus manpu menunjukkan jati dirinya sebagai ujung tombak perwujudan cita-cita bangsa.
Reformasi dalam sektor pendidikan haruslah dapat mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang sebaik-baiknya khususnya bagi penyelenggaraan proses belajar mengajar. Hal ini sebenarnya telah menjadi suatu komitmen bangsa dari dulu hingga sekarang, namun masih sangat perlu adanya upaya yang lebihh nyata dan konsisten dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah seperti pembenahan dalam pelaksanaan sistem pendidikan terutama pada pelaksanaan proses belajar mengajar. Pembenahan yang dimaksud diarahkan pada terselenggaranya proses belajar mengajar yang efektif dan efesien serta penerapan teknologi pendidikan sebagai salah satu usaha untuk mengatasi masalah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan secara maksimal. Peranan pendidikan selama ini perlu dibenahi dengan landasan kebijakan strategi; merumuskan dan melaksanakan strategi pendidikan baru atau mereformasi sistem pendidikan dan mendayagunakan peran teknologi pendidikan (Miarso, 1988)
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka penulis tertarik untuk mengankat pertanyaan kunci yakni apakah peran teknologi pendidikan dan efektivitas PBM merupakan suatu tuntutan reformasi pendidikan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka pembahasan akan dimulai dengan menyajikan peran teknologi pendidikan, makna reformasi pendidikan, efektivitas proses belajar mengajar,
B.Peran Teknologi Pendidikan
1. Pengertian
Boleh dikatakan hampir tiap hari kita mendengar dan membaca kata ” teknologo”. Misalnya kata teknologi pertanian, teknologi pertambangan, teknologi komputer atau teknologi canggi, dan sekarang ada kata teknologi pendidikan. Apakah sebenarnya teknologi pendidikan itu?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka penulis terlebih dahulu mengemukakan kata teknologi. Apa sebenarnya teknologi itu? Kalau mendengar kata teknologi sering kali orang mengaitkan dengan mesin, seolah-olah teknologi hanya berkaitan dengan permesinan. Teknologi merupakan perpaduan yang kompleks dari manusia dan mesin, ide, prosedur, dan pengelolaan (Hoban, dalam AECT, 1977)
Kata teknologi seolah tak lepas dari ilmu pengetahuan kare meman pada hakekatnya teknologi adalah penerapan ilmu atau pengetahuan lain yang terorganisir ke tugas-tugas praktis (Galbraith, dalam AECT, 1977). Teknologi adalah penerapan sistimik dan sistematik dari konsep ilmu perilaku dan ilmu fisika serta pengetahuan lain untuk memecahkan suatu masalah ( Gentry, dalam Anglin, 1991).
Apapun batasan teknologi yang dipakai, pada dasarnya teknologi bersifat bebas nilai baik buruknya terletan pada manusia yang menggunakannya. Teknologi mengarah pada efesiensi dan efektivitas serta pengupayaan pada nilai tambah. Teknologi juga tidak dapat dilepaskan dari masalah karena pada hakekatnya teknologi ada untuk memecahkan masalah tersebut. Pemecahan teknologi terhadap suatu masalah besar kemungkinan akan menimbulkan masalah lain, ini tidak berarti bahwa teknologi harus dihindari.
Bagaimana dengan teknologi pendidikan? Teknologi Pendidikan dapat dipandang sebagai produk maupun sebagai proses. Sebagai suatu produk teknologi pendidikan lebih mudah dipahami karena sifatnya yang kongkrit. Tidaklah mengherankan bila begitu mendengar kata teknologi pendidikan orang dengan cepat mengaitkannya dengan OHP, pesawat radio, kaset audio, televisi, film, dan proyektor film. Teknologi pendidikan lebih luas dari sekedar media pendidikan, baik perangkat keras ( Hardware) maupun perangkat lunak ( Software). Jadi media pendidikan hanyalah sebagian dari konsep teknologi pendidikan (AECT, 1977)
Sebagai suatu proses teknologi pendidikan lebih abstrak sifatnya. Teknologi pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terpadu melibatkan orang, prosudur, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia (AECT, 1977).
Sejalan dengan konsep teknologi, maka teknologi pendidikan ada karena adanya masalah dalam pendidikan. Telah diketahui bersama bahwa paling tidak ada empat masalah pokok dalam pendidikan saat ini yakni; pemerataan kesempatan belajar, peningkatan mutu, peningkatan efesiensi, dan keterkaitan antara pendidikan, kebutuhan masyarakat dan pembangunan. Dengan kondisi seperti itu tidaklah mengherankan apabila output pendidikan hingga saat ini masih saja kurang menggembirakan. Pertanyaannya sekarang adalah apa yang bisa dilakukan oleh teknologi pendidikan untuk membantu meningkatkan mutu pendidikan tersebut?
2. Kemampuan Teknologi Pendidikan
Miarso (1988) mengemukakan bahwa teknologi pendidikan dapat didefenisikan kemampuannya dengan dua cara; Pertama dengan melakukan pengkajian empirik, dan kedua dengan melakukan analisis konseptual. Sedangkan The National Task Force on Educational Technology (1986,16) melaporkan hasil pengkajiannyantentang kegunaan teknologi pendidikan sebagai berikut: a) Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang efesien dari cara-cara konvensional; b) Mengajarkan konsep dan keterampilan penalaran pada peringkat tinggi yang sulit dikembangkan tanpa bantuan teknologi; c) Mengembangkan pemehaman tentang teknologi informasi serta kegunaanya bagi masyarakat dan dunia kerja; d) Memungkinkan guru untuk mengelola lingkungan belajar, dimana belajar dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa, serta kemampuan mereka untuk mencapai penguasaan yang dipreskripsikan; serta e) Mengembangkan keterampilan dalam menggunakan komputer dan teknologi lain yang berkaitan.
Penerapan teknologi pendidikan dalam pendidikan hendaknya membuat proses pendidikan pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya lebih efisien, lebih efektive dan memberikan nilai tambah yang positif. Efektif dan efesien berarti upaya pendidikan yang dilakukan hendaknya dapat mencapai tujuan yang telah digariskan dengan sedikit mungkin mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu. Kondisi seperti tersebut di atas dimungkinkan karena teknologi pendidikan memiliki beberapa potensi sebagaimana yang dikemukakan oleh Ely dalam Sadiman (2000) sebagai berikut:
a. Meningkatkan produktivitas pendidikan dengan jalan : 1) Mempercepat laju belajar; 2) Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik; dan 3) Mengurangi beban guru dalam menyejikan informasi, sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan kegairahan belajar anak. Dengan demikian guru akan lebih banyak berfungsi sebagai manager pembelajaran.
b. Memberikan pendidikan yang sifatnya lebih individual denganjalan: 1) Mengurangi kontrol guru yang kaku dan konvensional, 2) Memberikan kesempatan anak belajar secara maksimal, 3) Dapat melayani karakteristik individu yang berbeda-beda, karena adanya berbagai pilihan sumber belajar.
c. Memberikan dasar yang ilmiah pada pengajaran dengan jalan: 1) Perencanaan program pengajaran yang lebih sistimatis; dan 2) Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi penelitian tentang prilaku manusia.
d. Lebih memantapkan pengajaran dengan jalan: 1) Meningkatkan kemampuan guru dengan berbagai media komunikasi, dan 2) Penyajian data informasi secara lebih kongkrit.
e. Kemungkinan belajar secara seketika, karena dapat : 1) Mengurangi juran pemisah antara pelajaran di dalam dan di luar sekolah, 2) Memberikan pengetahuan langsung apa yang ada di luar sekolah dapat dibawa masuk ke kelas.
f. Memungkinkan penyajian pendidikan secara lebih luas, terutama dengan adanya media dengan jalan: 1) Pemanfaatan bersama secara lebih luas tenaga atau kejadian yang langkah, dan 2) Penyajian informasi yang tembus batas geofrafi.
Teknologi pendidikan mempunyai potensi dan peran yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan, tidak saja mutu outputnya tetapi juga proses inputnya. Hal ini sesuai apa yang dikemukakan oleh Sadiman (2000) dengan teknologi pendidikan akan dapat dihasilkan berbagai produk berupa media pendidikan baik cetak maupun non cetak, yang pada gilirannya media ini nanti akan memperkaya variasi sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar di kelas.
Treichler dalam Dwyer (1978) mengemukakan bahwa pada diri manusia yang normal proses belajar terjadi paling banyak lewat indra lihat (mata) yaitu sekitar ( 83% ), hanya sekitar ( 11% ) lewat indra pendengaran (telinga), dan sisanya terbagi dalam tiga indra yang lain. Sementara itu Sadiman (2000) mengemukakan bahwa pada umumnya orang muda mengingat apa yang mereka lihat dan dengar (50%), kalau lihat saja (30%), dengar saja (20%), dan yang mereka baca (10%). Sedangkan Arsyad yang mengetif pendapat Baugh dalam Achsin (1986) mengemukakan bahwa kurang lebih (90%) hasil belajar seseorang diproleh melalui indra pandang, dan hanya sekitar (5%) diproleh melalui indra dengar, dan (5%) lagi dengan indra lainnya. Sementara prosentase hasil belajar yang diproleh menurut Dale (1969) dalam Arsyad (2000) memperkirakan bahwa berkisar (75%) pengetahuan yang diproleh melalui indra lihat, (13%) melalui indra dengar, dan sekitar (12%) melalui indra lainnya.
Proses belajar mengajar yang cendrung bersifat verbalistik, pada hal diketahui bahwa cara belajar seperti itu mempunyai hambatan yang besar. Hal ini telah dikemukakan oleh Edgar Dale dalam kerucuk Pengalamannya, bahwa cara yang paling kongkrit untuk belajar adalah dengan mengalami secara langsung apa yang dipelajari, sedangkan yang paling abstrak adalah bila hanya dengan kata-kata (verbal). Diantara kedua ektrim tersebut dijumpai rentangan berbagai cara penyampaian pengalaman belajar. Lihat Sudjana (1989), Sadiman (1993), Hamalik (1994), Nasution (1994), dan Arsyad (2000).
Berdasar uraian di atas, penulis berkesimpulan bahwa pada dasarnya teknologi pendidikan dapat berperan serta dalam meningkatkan komponen-komponen sistem pendidikan, mulai dari masukan mentah, masukan instrumental hingga keproses balajar mengajarnya. Dengan penggunaan teknologi pendidikan yang mempunyai potensi besar dan dapat berperan serta dalam membantu meningkatkan mutu pendidikan.
C. Makna Reformasi Pendidikan
Secara umum istilah reformasi pendidikan dapat diartikan sebagai usaha perubahan untuk memperbaiki keadaan. Istilah ini dipertukarkan dengan istilah; pembaharuan, perubahan, perbaikan, restrukturisasi, atau pembangunan. Semua istilah itu mengandung makna yang sama, yaitu melakukan penyesuaian atas sistem yang ada sekarang. Cakupan pengertian yang sangat luas, karena dapat ditafsirkan dengan berbagai indikator tindakan. Misalnya dapat ditafsirkan dengan : Mengganti pimpinan dengan pimpinan baru yang lebih sesuai (Aspiratif), menambah anggaran untuk kegiatan seperti untuk pendidikan, peningkatan produktivitas lembaga, meningkatkan kualitas produk atau hasil, memberi kesempatan pendidikan yang lebih luas, dan lain sebagainya.
Menurut Banathy (1991), apa yang dimaksudkan dengan reformasi seringkali hanya merupakan ” doing More of the same”. Usaha ini kemudian ditingkatkan dengan ” Doing more of the same, but doing it better”, yang merupakan usaha peningkatan efisiensi. Usaha-usaha ini dikategorikan sebagai usaha reformasi gelombang pertama. Usaha pada gelombang kedua adalah peningkatan efektifitas pendidikan dengan mengatur kembali komponen sistem yang ada dan mendistribusikan tanggung jawab. Usaha pada gelombang ketiga yang dikenal dengan transformasi yaitu pengkajian seluruh sistem dan menciptakan desain baru. Pendapat senada dikemukakan oleh Reigeluth (1988) yang mengambil analogi pendapat Toffler ” The third wave of civilization” pada gelombang pertama merupakan masyarakat pertanian dikenal sistem pendidikan seperti yang ada sekarang ini, sedangkan pada gelombang ketiga yang merupakan masyarakat teknologi elektronik dan informasi, dengan sisten pendidikan harus didesain ulang sesuai dengan tuntutan zaman.
Reigeluth (1997:3) mengemukakan bahwa paradikma sistematis mengandung arti adanya perubahan fundamental atas segala aspek pendidikan. Dalam pengertian sistem, perubahan pada satu aspek dalam sistem, akan mempengaruhi aspek lain agar sistem tetap berfungsi. Perubahan itu harus meliputi semua jajaran pendidikan, mulai dari jajaran kelas, sekolah, daerah, masyarakat, pemerintah. Pemikiran yang dikemukakan Reigeluth ini merupakan pemikiran lanjutan atas apa yang dikemukakan oleh Banathy (1991:86) yang mengkategorikan jajaran pendidikan kedalam empat lapis, yaitu lapisw pengalaman belajar sebagai lapis pertama, lapis kedua adalah sistem pembelajaran yang mengusahakan terselenggaranya pengalaman belajar, lapis ketiga adalah pengelolaan yang menunjang terselenggaranya sistem pembalajaran, lapis keempat adalah kelembagaan yang mengatur seluruh sistem pendidikan. Dan setiap lapis jajaran pendidikan tersebut harus dapat ditentukan tujuannya, maksudnya, hasilnya.
Usaha reformasi pendidikan menurut Banathy (19991) adalah harus dilakukan dengan menentukan perioritas mana yang akan digarap. Pada masyarakat yang menganut sistem pendidikan nasional yang memusat atau sentralistik, perioritas biasanya diletakkan pada lapis lembaga pemerintahan. Tujuan pendidikan pada lapis ini adalah membudayakan atau mengindoktroktrinasi peserta didik. Dan konsekuensinya pada lapis pengalaman belajar adalah ditujukan pada seragmnya respons pesrta didk terhadap pelajaran. Usaha reformasi yang dilakukan pada lapis ini pada hakikatnya hanya merupakan ”doing more of the same” (menambah gedung sekolah, menambah jumlah guru, menambah anggaran, dan sebagainya).
Banathy (1991, 88) menjelaskan lebih lanjut bahwa usaha reformasi pendidikan adalah perioritas diletakkan pada lapis pengelolaan, maka tujuannya adalah meningkatkan pengelolaan kegiatan operasional pendidikan. Konsekuensinya pada lapisan lembaga pemerintah adalah membudayakan dan memdidik peserta didik, dan pada lapis pengalaman belajar ditujukan pada respon peserta didik terhadap pembelajaran. Bilamana perioritas diletakkan pada lapis pengalaman belajar, maka tujuan pada lapis ini adalah menguasai tugas belajar dan manpu mengatasi persoalan belajar. Konsekuensinya pada lapis kelembagaan atau pemerintah adalah ditujukan pada jaminan ketersediaan sumber guna menunjang pengalaman belajar.
Bertolak dari paparan diatas penulis memahami bahwa inti dari reformasi pendidikan adalah pemberdayaan yaitu meliputi pemberdayaan peserta didik, pemberdayaan guru, dan pemberdayaan tenaga kependidikan lain, serta pemberdayaan masyarakat, maka perioritas reformasi pendidikan harus diletakkan pada lapis pengalaman belajar. Bila kita mengamati pelaksanaan pendidikan selama ini maka dapat disimpulkan bahwa yang diberdayakan dalam pelaksanaan pendidikan adalah pemerintah pusat yang menentukan segalanya. Sedangkan para pelaksana kependidikan dan peserta didik yang ada di lapangan harus ”menari” berdasarkan gendang yang ditabuh.
Miarso (1998) menyatakan bahwa arah reformasi pendidikan yang benar secara konseptual adalah memberikan perioritas pada lapis sistem pembelajaran atau lapis pengalaman belajar. Mengingat bahwa pendidikan itu merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang dan berlangsung seumur hidup, maka reformasi pendidikan secara menyeluruh tidak mungkin dilaksanakan dalam jangka waktu yang pendek. Dalam jangka pendek dapat dilakukan pengmbilan keputusan atas perioritas reformasi. Tetapi keputusan itu harus dilaksanakan secara konsekuen dan berkelanjutan dalam jangka menengah maupun panjang.
Pendidikan merupakan usaha yang terpenting adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang handal. Sumber daya manusia yang handal adalah merupakan produk utama pendidikan namun pentingnya peranan pendidikan dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kurang mendapat perhatian nyata dari masyarakat maupun pemerintah. Berbagai tuntutan reformasi yang dikumandangkan akhir-akhir ini terutama yang meliputi bidang politik, ekonomi, hukum. Namun disayangkan kurangnya atau jarang sekali terdengar tuntutan untuk reformasi dalam bidang sosial khususnya pendidkan. Padahal pendidikan sangat menentukan tatanan politik, ekonomi, dan hukum. Kalau tidak didukung oleh manusia yang tidak berkepribadian, maka tatanan itu tidak banyak gunanya. Kepribadian itu sendiri merupakan obyek folmal endidikan, yaitu manusia dengan ciri beriman, taqwa, cerdas, terampil,jujur, dan berkepekaan sosial, serta cuinta tanah air.
D. Efektivitas Proses Belajar Mengajar
Proses belajar mengajar merupakan inti dari keseluruhan sistem pendidikan, karena merupakan syarat mutlak bagi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Sebagai inti, maka kesuksesan dalam penyelenggaraannya haruslah mendapatkan perhatian dan penaganan secara sungguh-sungguh. Kegagalan penyenggaraan proses belajar mengajar akan memberikan pengaruh yang besar terhadap keseluruhan sistem pendidikan.
Proses belajar mengajar itu sendiri berintikan kegiatan belajar, dalam arti proses belajar mengajar harus manpu mengupayakan bagaimana siswa belajar. Karena inti dari proses belajar mengajar adalah siswa belajar, maka efektivitasnya sangat bergantung pada efektivitas siswa dalam belajar (J. Mappiare, 19989). Demikian pentingnya kegiatan belajar, sehingga Muhibbin Syah (1995) mengemukakan bahwa tanpa belajar tak pernah ada pendidikan, karena bagian terbesar proses pendidikan adalah diarahkan pada tercapainya proses perubahan pada diri manusia.
Pembenahan proses belajar mengajar harus diarahkan kepada bagaimana siswa dapat belajar seefektif dan seoptimal mungkin dalam rangka mewujukan perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
Efektivitas proses belajar menekankan pada suatu usaha yang akan melahirkan aktivitas belajar yang efektif. Belajar yang efektif pada hakekatnya merupakan suatu aktivitas belajar yang optimal pada diri siswa (J. Mappiare, 1989; Hamalik, 1993; A. Suparman, 1996).
Dalam rangka menciptakan efektivitas proses belajar bagi siswa, guru diharapkan meminimalkan (mengurangi) metode ceramah, karena metode tersebut mengurangi terbentuknya kemanpuan dan kebiasaan berfikir kritis dan kreatif bagi siswa. Terciptanya kegiatan belajar yang efektif bagi siswa merupakan syarat mutlak diperolehnya hasil belajar yang optimal.
Penerapan strategi belajar mengajar yang menekankan pada keefektifan siswa dalam belajar, akan menyebabkan siswa dapat menggunakan seluruh kemanpuan dasar yang dimilikinya untuk melakukan berbagai kegiatan belajar yang dipersyaratkan. Berkaitan dengan itu, guru diharapkan dapat berfungsi :
a. Motivator, yakni merangsang dan memotivasi agar siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar yang dipersyaratkan.
b. Fasilitator, yakni mengarahkan dan mengupayakan kemudaha-kemudahan bagi siswa dalam belajar dalam rangka mewujudkan tujuan tujuan pengajaran; dan
c. Konselor, yakni senantiasa pembimbing siswa dalam melaksanakan serangkaian kegiatan belajar yang dipersyaratkan, sehingga siswa aedidni mungkin dapat terhindar dalam berbagai kesulitan-kesulitan yang mungkin ditemukan dalam proses belajarnya (A.Rohani dan A.Ahmadi, 1995).
Tangyong dkk (1985) mengemukakan bahwa proses belajar siswa aktif akan tercipta apabila :
a. Guru memberikan informasi dan masalah, diikuti dengan penegasan untuk memecahkannya.
b. Guru memberikan jawaban berdasarkan hasil pemikiran yang dikembangkan dari siswa; dan
c. Guru memberikan umpan balik atas berbagai tanggapan siswa.
Pada dasarnya mengajar merupakan sutu usaha menstimulasi dan membimbing siswa untuk mencapai perubahan tingkah laku yang seoptimal mungkin. Untuk tuntutan itu, guru harus dapat mengajar secara efektif bagi siswanya dalam arti guru harus secara intensif menstimuli. Slameto dalam (J. Mappiare, 1989) mengemukakan bahwa mengajar yang efektif itu adalah mengajar yang dapat membawa siswa belajar yang efektif artinya siswa beraktifitas mencari, menemukan, dan melihat pokok masalah serta berusaha memecahkannya.
Dengan demikian, mengajar yang efektif harus mampu membangkitkan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Karena dengan partisipasi, siswa akan mengalami, menghayati dan menarik pelajaran dari pengalamannya itu, sehingga hasil belajar merupakan bagian dari dirinya, perasaannya, dan pemikirannya. Hasil belajar yang demikian akan lebih lestari disamping itu kreatifitas siswa lebih terbina dan dikembangkan (Thomas Gordon, 1990)
Pengajaran dari sudut Proses (by Procee), adalah suatu pengajaran dikategorikan efektif jika pengajara itu berlangsung secara interaktif yang dinamis sehingga memungkinkan siswa dapat mengembangkan potensinya melalui kegiatan belajar berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan pengajaran dasri sudut hasil (by Product), adalah suatu pengajaran dikatakan efektif jika siswa dapat mewujudkan tujuan pengajaran baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya (Sujana, 1988; Uzer Usman, 1992).
Mengkaji kriteria tersebut diatas, menunjukkan bahwa pengajaran yang efektif menitikberatkan pada penciptaan aktivitas belajar siswa seoptimal mungkin. Guru harus selalu berusah menfasilitasi atau menciptakan kondisi yang kondusif agar siswa dapat belajar secara aktif atas kesadaran dan kemauannya sendiri.
Efektifitas pendidikan dan pengajaran sering diukur dengan tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Pengertian ini mengandung pokok pikiran bahwa pendidikan dan pengajaran haruslah:
a. Bersistem (sistematis), yaitu penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran secara sistematis, mulai dari tahap perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, penilaian, dan penyempurnaan.
b. Sensitif terhadap kebutuhanakan tugas belajar dan kebutuhan pembelajaran.
c. Jelas tujuannya dan kerena itu dapat dihimpun usaha untuk mencapainya.
d. Bertolak dari kemampuan atau kekuatan mereka yang bersangkutan yakni; peserta didik, pendidik, masyarakat dan pemerintah (Sriyono, 1992; Sardiman AM, 1990; Mariso, 1988)
Bertolak dari penjelasan diatas maka penulis memahami bahwa, pemahaman akan pengertian dan pandangan mengajar akan banyak mempengaruhi peranan dan aktifitas guru dalam mengajar. Sebaliknya, aktifitas guru dalam mengajar serta aktifitas siswa dalam belajar sangat bergantung pula pada pemahaman guru terhadap mengajar. Mengajar bukan sekedar proses penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan mengandung berbagai aspeknya yang cukup kompleks.Jumat, 01 Januari 2010
Tauhidul Afkar
Nama Tauhidul Afkar terdiri dari dua kata, yaitu: "Tauhid" yang berarti penyatuan atau pemusatan, dan "Afkar" yang berarti berbagai macam pikiran dan pemikiran. Secara bebas Tauhidul Afkar (Tauhid al-Afkar) berarti penyatuan pemikiran atau pemusatan pikiran.
Penamaan ini diambil oleh karena melihat kenyataan bahwa di tengah-tengah masyarakat Indonesia -yang kononnya ramah- pada kondisi saat ini justeru mudah marah, hanya karena dipicu hal sepele saja tidak sedikit yang berakibat fatal. Contoh yang sering muncul diberita, bahwa hanya karena dihina, orang berani membunuh, dsb.
Kenyataan lain membuktikan, perbedaan pendapat yang semestinya disikapi bijak, malahan menjadi pemicu perkelahian bahkan lebih parah lagi menyebabkan kematian -yang tidak perlu-. Hal ini tentu harus disikapi bersama, bukan sebagai pribadi, ataupun kelompok, tetapi secara keseluruhan.
Tauhidul Afkar hadir dalam rangka merajut kembali benang-benang kemarahan yang kini berserakan menjadi kain-kain keramahan yang penuh kedamaian dan terpajang indah di istana kekeluargaan.
Penamaan ini diambil oleh karena melihat kenyataan bahwa di tengah-tengah masyarakat Indonesia -yang kononnya ramah- pada kondisi saat ini justeru mudah marah, hanya karena dipicu hal sepele saja tidak sedikit yang berakibat fatal. Contoh yang sering muncul diberita, bahwa hanya karena dihina, orang berani membunuh, dsb.
Kenyataan lain membuktikan, perbedaan pendapat yang semestinya disikapi bijak, malahan menjadi pemicu perkelahian bahkan lebih parah lagi menyebabkan kematian -yang tidak perlu-. Hal ini tentu harus disikapi bersama, bukan sebagai pribadi, ataupun kelompok, tetapi secara keseluruhan.
Tauhidul Afkar hadir dalam rangka merajut kembali benang-benang kemarahan yang kini berserakan menjadi kain-kain keramahan yang penuh kedamaian dan terpajang indah di istana kekeluargaan.
Langganan:
Postingan (Atom)